Dihentikan di bandara
Orang lain dalam situasi serupa dengan Djokovic telah ditahan di bandara sebelum dikirim kembali ke titik keberangkatan mereka. PM Australia, Scott Morrison telah mengonfirmasi bahwa pria berusia 34 tahun itu bisa berada di pesawat berikutnya.
"Jika dia tidak divaksinasi, dia harus memberikan bukti yang dapat diterima bahwa tidak dapat divaksinasi karena alasan medis untuk dapat mengakses pengaturan perjalanan yang sama dengan pelancong yang divaksinasi sepenuhnya. Kami menunggu presentasinya dan bukti apa yang dia berikan kepada kami untuk mendukung itu," ujarnya.
"Jika pengecualian medis telah diberikan oleh para profesional medis dan itu telah diberikan kepadanya sebagai syarat baginya untuk naik pesawat itu, yah, itu harus menumpuk ketika dia tiba di Australia. Seharusnya tidak ada aturan khusus untuk Novak Djokovic sama sekali. Tidak ada sama sekali," tambahnya.
Baca juga: Penerbangan ke Australia Baru Bisa Pulih Pada 2024
Pemenang Grand Slam 20 kali itu diperiksa oleh petugas perbatasan di Bandara Tullamarine Melbourne sampai sekitar pukul 01.15 waktu setempat, di mana lebih dari dua jam setelah pesawatnya mendarat.
Djokovic telah menyatakan keyakinan anti-vaksin, tetapi tidak pernah mengonfirmasi status vaksinasi Covid-19. Panitia Australia Open sendiri membantah memberikan perlakuan istimewa kepada Djokovic.
Ketua Penyelenggara Australia Open 2022, Craig Tiley mengatakan, Novak Djokovic sudah tahu dia harus divaksinasi agar bisa bermain. Namun kata Tiley, beberapa pemain yang tak divaksinasi memang telah diberikan pengecualian khusus yang memungkinkan mereka bermain.
(Rizka Diputra)