Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Spirit Doll dan Kepercayaan dalam Sebuah Kebudayaan

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 06 Januari 2022 |00:32 WIB
Fenomena Spirit Doll dan Kepercayaan dalam Sebuah Kebudayaan
Ivan Gunawan. (Foto: Instagram)
A
A
A

Dan jika ditanya apakah mengadopsi boneka arwah tergolong gangguan mental, dr Santi pun sulit untuk memberikan jawaban gamblangnya. Pasalanya, diperlukan sesi wawancara dengan sang pemiliki boneka tersebut.

Terlebih, tambah dr Santi, itu dikembalikan lagi kepada setiap individu yang mengadopsi spirit doll. Artinya bahwa seperti apa Anda memperlakukan boneka ini secara realita, apakah Anda paham bahwa ini adalah boneka yang artinya benda mati, bukan benda hidup, atau diartikan punya makna lainnya.

Di sisi lain, dr Santi tak bisa pungkiri bahwa ada yang namanya 'doll therapy'. Ini pun kembali pada bagaimana individu memperlakukan bonekanya.

"Selama pemanfaatan boneka arwah ini baik, itu bisa jadi terapi. Misalnya, sebagai bentuk latihan persiapan memiliki bayi untuk ibu-ibu yang sedang mempersiapkan memiliki anak," terangnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement