JAKARTA - Mantan pramugari, Tina Mucklow menceritakan kesaksiannya mengenai DB Cooper, pembajak pesawat yang tak pernah tertangkap.
Melansir The Sun, Tina mengungkapkan kesaksiannya ini menjelang produksi film terbaru, Nod if You Understand.
Tina mengakui, aksi DB Cooper itu dilihatnya secara langsung saat ia merintis karier sebagai pramugari berusia 22 tahun.
Baca Juga:
Viral Kerbau Selamatkan Kura-kura Terbalik, Bikin Warganet Terharu
Bikin Salut, Cewek Ini Pertahankan Laksa Agar Tak Tumpah Saat Turbulensi Pesawat
Diceritakannya, seorang pria yang mengaku sebagai Dan Cooper mendatangi bagian penjualan tiket pesawat Northwest Orient Airlines di Bandara Internasional Portland.
Ia membawa koper hitam dan membeli tiket sekali jalan berharga US$ 20 di Penerbangan 305 ke Seattle, Washington. Penerbangan jarak pendek yang hanya membutuhkan waktu 30 menit. Pesawat yang membawa 36 penumpang itu dijadwalkan terbang pukul 14.50 waktu setempat.
Saat menaiki Boeing 727-100, DB Cooper yang mengenakan setelan gelap lengkap dengan dasi, dan sepatu duduk di kursi 18 C, bagian belakang kabin penumpang.
Kemudian, Cooper memberikan pesan pada seorang pramugari. awak kabin itu mengira, sobekan kertas tersebut berisi 'pesan nakal' dari seorang pria yang tertarik padanya. Ia menyelipkan catatan itu ke dompet koinnya.
Melihat apa yang dilakukan pramugari, Cooper membungkuk ke depan dan berbisik.
"Nona, sebaiknya Anda melihat isi kertas itu. Aku punya bom," kata dia.
Hingga kemudian, rekan Tina itu pindah kursi untuk duduk di sebelah DB Cooper. Ia sempat menjatuhkan catatan itu di kaki Tina.
"Saya mengambilnya," ujar Tina.
Menyadari ancaman nyata karena rekannya telah pindah tempat duduk, Tina pun kaget.
"Dia membuka koper dan menunjukkan bom itu kepada saya, dia juga menjelaskan cara kerjanya," papar Tina.
Lebih lanjut, Tina Pembajak kemudian memasukkan tangannya ke dalam tas kerja, agak menutupnya, dan melihat ke luar jendela.
"Saya seperti 'apa yang harus saya lakukan untuk menangani situasi ini? Apa yang akan saya alami?" ungkap Tina.
"Akan ada ledakan. Barang-barang akan terbang di kabin," katanya.
Dia melanjutkan, "Saya mencoba untuk menyadari bahwa hidup saya mungkin sudah berakhir."
"Dan pikiran pertama saya adalah saya ingin berlari, yang merupakan reaksi normal. Tapi tidak ada tempat untuk lari," akunya.
DB Cooper memberikan Tina kertas kedua dengan tuntutannya sebesar $200.000 dan empat parasut. Catatan tersebut segera diberikan ke pilot.
Sementara itu, penumpang lain tidak menyadari situasi darurat itu. "Saya tidak bisa memberi tahu bahwa kita sedang berhadapan dengan situasi hidup dan mati di sini," ungkap Tina.
Setelah mendapat uang dan parasut di Seattle, Cooper membiarkan penumpang turun. Pesawat kembali diperintahkan untuk lepas landas dan berangkat ke arah Reno, Nevada.
Pada ketinggian rendah 10.000 kaki, Cooper menggunakan tangga belakang pesawat untuk terjun payung dengan membawa uang tebusan.
Mereka langsung disambut oleh FBI ketika pesawat mendarat.
Lima puluh tahun kemudian, Tina telah merefleksikan bagaimana media telah menangkap pembajakan. DB Cooper digambarkan sebagai pahlawan karena berhasil melarikan diri.
Dia berkata: "Ini adalah perjalanan yang menyedihkan. Memikirkan bahwa seorang penjahat dan membahayakan nyawa awak dan penumpang, ditambah sejumlah orang di darat, akan dipandang sebagai pahlawan."
Selama bertahun-tahun Tina dibanjiri telepon dan surat dari orang-orang yang putus asa untuk menyelesaikan kasus ini, tetapi dia tidak pernah ingin terlibat.
Namun, ia kini siap berbagi kisahnya, dan akan diceritakan dalam film berjudul 'Nod If You Understand', yang diperkirakan akan mulai diproduksi pada 2022.
(Kurniawati Hasjanah)