Perlakuan khusus pun juga diterapkan pada pemeliharaan area wisata salju, lantaran berada di luar gedung maka pengelola menggunakan tenda semi permanen dan mengandalkan pendingin ruangan dengan suhu udara 10 derajat dan peralatan canggih lain, demi menjaga suhu beku es.
“Sebelumnya kita ada di gedung, dimana suhunya lebih tejaga, mungkin kalau di sini kita menggunakan tenda semi permanen, jadi benar-benar kualitas dari esnya pun juga kita jaga. Kita kerjasama dengan PLN, antisipasi lain seperti genset itu juga sudah kita siapkan,” bebernya.
Sementara itu salah seorang anak Zildan Farell Praditya Ramadhan mengaku senang bisa bermain salju layaknya di negara-negara Eropa. Apalagi ia juga bisa melihat pertunjukan drama musikal Frozen.
(Foto: Avirista Midaada/MNC Portal)
“Main seluncuran, main salju, senang sebelumnya pernah main salju, dingin. Tadi buat boneka salju,” ujar bocah berusia 8 tahun ini.
Wisata salju ini juga menjadi daya tarik bagi pesepakbola naturalisasi Arema FC, Diego Michiels sekeluarga untuk berkunjung. Menurut Diego, wisata salju sangat jarang ada di Indonesia, maka ketika ia mengetahui ada wisata salju di Malang, ia memutuskan mengajak keluarganya.
“Di Indonesia baru pertama kali jumpai ini, saya sudah sering lihat di instagram kemarin, baru bisa ke sini sekarang, pas libur latihan baru bisa ke sini. Senang sudah lama tidak main, saya lahir besar di Belanda di sana ada salju, selama di sini tidak pernah main salju lagi,” ungkap Diego Michiels sambil menggendong putri keduanya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.