“Buka presale tiket di harga 120 ribu per orang, sudah sold out (habis) di tanggal 4 Desember, lalu kita on the spotnya Rp135 ribu sampai Rp150 ribu, tergantung di sesi itu ada show, dan mungkin durasinya lebih lama,” tuturnya.
Dengan harga tersebut, Diny menuturkan pengunjung mendapatkan satu gelas es krim yang dan bermain salju sepuasnya layaknya di negara Eropa.
“Wisata tahunan, hanya ada satu tahun dua kali pertama di lebaran hari raya, kedua di momen Natal dan tahun baru. Jadi tidak perlu jauh-jauh ke Eropa atau Jepang, di Kota Malang sudah bisa menciptakan kesenangan dari salju seperti ini,” terangnya.
Demi memberikan kenyamanan dan keamanan pengunjung, pihak pengelola juga membatasi setiap sesinya di angka 70 orang yang masuk. Bila dirasa di dalam cukup padat, maka pengunjung diarahkan untuk menunggu sesi berikutnya di ruang tunggu di area depan.
(Foto: Avirista Midaada/MNC Portal)
Tak hanya itu, penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat juga menjadi fokus utama pengelola. Dimana sejak wisatawan masuk utamanya orang tuanya diwajibkan memindai barcode aplikasi Peduli Lindungi, serta disediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer di dalam area wisata.
“Sebenarnya kapasitas maksimal bisa 200 orang, tetapi kita hanya memberikan untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung, kita berikan kapasitas 70 di satu sesinya, juga untuk mengacu pada protokol kesehatan,” paparnya.
“Kami sesuai mengacu Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri), mengacu pada Peduli Lindungi, menggunakan aplikasi tersebut menggunakan masker tetap harus, protokol yang paling penting. Anak-anak di bawah 12 tahun belum bisa vaksin, maka orang tuanya wajib sudah vaksin dua kali, check in (PeduliLindungi) melalui orang tua masing-masing,” imbuhnya.