MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno tengah melakukan evaluasi keadaan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace.
Sandiaga menuturkan, dalam pertemuan tersebut pihaknya dan Pemda Bali membahas langkah-langkah pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) sehingga perekonomian Bali dapat kembali bangkit dengan terbukanya lapangan kerja.
"Terutama (penyesuaian) berkaitan dengan visa, penerbangan langsung (ke Bali) dan karantina fleksibel. (Turut dibahas bvaluasi pemilihan negara serta terkait usulan Bali sebagai bandara penerima karantina dan perjalanan luar negeri," kata Sandi dalam keterangan resminya.
Menurut dia, hasil pertemuan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat terbatas dengan kementerian dan lembaga terkait yang hasilnya akan dilaporkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan direncakanan pada awal tahun setelah Natal dan tahun baru.
Baca juga: Kunjungan ke Desa Wisata Naik 30 Persen, Begini Reaksi Menparekraf Sandiaga Uno
"Kami akan melakukan rakor (rapat koordinasi) yang membahas khusus (pemulihan Bali)," tambahnya.
Dikatakannya, rakor dilaksanakan sebagai upaya untuk menyusun strategi pemulihan Bali yang terdampak pandemi Covid-19.
Sehingga, perekonomian Bali dapat kembali bangkit, lapangan kerja terbuka lebar dan hasilnya dapat dipertimbangkan untuk menyusun kebijakan dan program yang tepat manfaat, tepat sasaran dan tepat waktu.
Apalagi para wisatawan mancanegara asal Eropa dan Australia memiliki minat yang tinggi untuk berkunjung ke Pulau Dewata. Selain itu lanjut Sandi, Bali juga menjadi lokasi utama pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2022 mendatang.
"Jadi bagaimana kita mengonversi minat ini menjadi kunjungan yang sesuai dengan keinginan kita membangkitkan pariwisata dan ekonomi di Bali, khususnya untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja," tuturnya.
Mantan Wagub DKI Jakarta itu menambahkan, angka vaksinasi di Bali sudah mencapai 102 persen untuk dosis pertama dan 90 persen untuk dosis kedua.
"Kita juga tadi mendiskusikan terkait program booster yang akan dilaksanakan bulan Januari (2022) dan vaksinasi untuk anak berusia 6-11 tahun di Bali yang berjumlah 373 ribu," sebutnya.
Dirinya berpesan agar para pelaku parekraf di Bali senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin serta memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi semaksimal mungkin.
"Kami menitipkan kepada pelaku parekraf di sini untuk terus meningkatkan protokol kesehatan dan integrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, ini yang akan terus kita pantau," tuntas Sandi.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.