Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Banyak Dokter Bedah Saraf Berani Lakukan Operasi Batang Otak, Kenapa?

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Kamis, 16 Desember 2021 |15:13 WIB
   Tak Banyak Dokter Bedah Saraf Berani Lakukan Operasi Batang Otak, Kenapa?
Operasi batang otak (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KESEHATAN otak merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Jika otak bermasalah, maka seluruh tubuh lainnya juga akan mengalami masalah. Makanya pengobatan penyakit terkait otak sangat penting bagi umat manusia.

Ketua Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS (K), Ph.D menjelaskan, pihaknya sudah menangani berbagai kasus terkait kesehatan otak. Salah satunya operasi batang otak.

 operasi batang otak

Melakukan operasi batang otak ini cukup rumit. Apalagi, batang otak adalah bagian otak yang terletak di dasar otak dan terhubung ke saraf tulang belakang.

Selain itu, bagian otak ini juga berperan sebagai penghubung antara otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan saraf tulang belakang.

"Batang otak tidak hanya mampu mengendalikan gerakan tubuh, namun juga berperan penting bagi kelangsungan hidup setiap individu," ujar Profesor Eka, Kamis, (16/12/2021).

Dimulai dari operasi pertama yang dilakukan pada tahun 2001 dan tercatat sebagai operasi batang otak pertama di Asia Tenggara, hingga kini tim bedah yang dipimpinnya sudah melakukan lebih dari 70 operasi batang otak dengan tingkat kesuksesan 100 persen.

“Tidak banyak dokter bedah saraf yang berani melakukan operasi batang otak karena berisiko sangat tinggi mengakibatkan kematian. Namun, kami bertekat untuk membuktikan bahwa dokter Indonesia memiliki kompetensi dan kemampuan yang tidak kalah hebat dengan bangsa lain serta kami akan selalu ada untuk melayani anak bangsa yang membutuhkan tindakan terkait otak dan bedah saraf,” terang Profesor Eka.

Lebih lanjut Profesor Eka menambahkan, ia ingin memotivasi seluruh dokter di Indonesia, khususnya di bidang bedah saraf untuk dapat melakukan operasi yang sebaik-baiknya untuk pasien, apapun kalangannya dengan kasus sesulit apapun juga.

 Baca juga: Mengenal Aneurisma, Pecahnya Pembuluh Darah ketika Orang Batuk

"Mari kita bersama-sama saling mendukung, yang senior mendukung junior agar suatu saat kita akan mencapai kompetensi yang sama. Kita harus menjadi dokter bagi anak bangsa sendiri dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada dokter di Indonesia. Niscaya, derajat dokter Indonesia akan dapat dipandang sama dengan dokter lainnya di dunia,” pungkasnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement