Operasi tulang belakang di Indonesia lebih banyak dilakukan di rumah sakit tersier. Sedangkan pasien dengan SCI, memerlukan kehati-hatian untuk menghindari memburuknya cedera.
Selain itu, pasien SCI dengan cedera serviks berada dalam kondisi bahaya dengan ketidakstabilan kardiovaskular dan gangguan pernapasan. Untuk mengatasinya, diperlukan proses pembedahan diperlukan untuk menghindari komplikasi dan kematian.
Dalam kondisi ini, tindakan operasi memperlihatkan keberhasilan yang memuaskan pada penanganan pasien dengan kasus SCI. Operasi langsung dilakukan setelah memulihkan hemodinamik stabilitas dalam kasus serviks yang menjadi prioritas.
Baca juga: Laura Anna Meninggal Dunia, Crazy Rich Surabaya: Sudah Nggak Sakit Lagi
Kehadiran ahli bedah saraf atau ortopedi yang telah dilatih untuk operasi tulang belakang, bersama dengan ahli anestesi yang kompeten di rumah sakit akan sangat membantu dalam mengobati SCI yang mengancam jiwa.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.