Namun, keputusan baru itupun banyak mendapat keluhan dari para penumpang. Salah satu penumpang tersebut adalah Patrick Bury, yang ditinggalkan oleh penerbangan Ryanair-nya dari Bristol ke Dublin.
“Saya pikir pengumuman boarding prioritas telah dibuat, namun sampai waktu jadwal penerbangan saya tidak mendengar panggilan boarding utama dan panggilan terakhir,” katanya kepada Wales Air Forum.
“Sekitar lima menit kemudian saya pergi untuk memeriksa lagi dan pintu gerbang terkunci."
Diketahui keluhan Mr Bury ditolak oleh staf di Bandara Bristol, dengan mengatakan bahwa dia seharusnya memeriksa layar informasi. Bahkan, dia pun harus membayar £110 ($A207) sebagai penerbangan pengganti.

Namun di sisi lain, banyak juga yang menghargai keputusan bandara dengan menonaktifkan pengeras suara agar lebih tenang, seperti tulis salah seorang penumpang lewat laman Twitter-nya.
“Saya sangat menyukai konsep 'silent airport'. seperti di Terminal Dubai yang luar biasa tenang dan menyenangkan,” tulis seseorang.
“Bandara Bergen adalah salah satu contoh yang sudah menerapkan aturan baru penonaktifan pengeras suara," tulis lainnya.
(Salman Mardira)