SEDIKITNYA 14 bandara di dunia kini menerapkan kebijakan menonaktifkan pengeras suara demi kenyamanan penumpang pesawat. Aturan baru ini diberlakukan untuk mengurangi kebisingan di area terminal.
Pihak bandara biasanya menggunakan pengeras suara untuk pengumuman hal penting seperti memberi tahu penumpang tentang waktu naik pesawat (boarding) dan lewat pintu mana mereka harus masuk.
Tapi, The Sun melaporkan bahwa sekarang banyak bandara yang sudah menonaktifkan sistem pengeras suara sehingga bandara menjadi senyap. Saking senyapnya, beberapa orang justru ketinggalan penerbangan karena tak mendengar panggilan.
Baca juga: Dear Traveler, Hati-hati Ini Daftar Tempat Paling Kotor di Bandara
Bandara London City dan Bandara Bristol di Inggris salah satu yang menerapkan aturan ini. Mereka tak mengizinkan penggunaan pengeras suara lagi, kecuali dalam keadaan darurat seperti ada insiden anak hilang atau ditemukan, dan beberapa penundaan jadwal penerbangan barulah menggunakan pengeras suara.
Angela Gittens, Direktur Jenderal Airports Council International (ACI), mengatakan banyak bandara mencoba ketenangan suasana untuk membuat penumpang nyaman dan tenang saat bepergian.
“Penumpang dapat bersantai sambil menunggu penerbangan di ruang tunggu umum, area komersial, dan foodcourt bandara,” katanya kepada CNN Travel.
Mengutip dari News.com.au, berikut 11 bandara yang sudah menonaktifkan pengeras suara :
1. Amsterdam Schiphol, Belanda
2. Bandara El Prat Barcelona, Spanyol
3. Bandara Bristol, Inggris Raya
4. Bandara Internasional Cape Town, Afrika Selatan
5. Bandara Delhi, India
6. Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab
Baca juga: Bandara Ini Gunakan Babi Cegah Kecelakaan Pesawat, Gimana Caranya?
7. Bandara Internasional Cancn, Meksiko
8. Bandara Chennai, India
9. Bandara Eindhoven, Jerman
10. Bandara Helsinki, Finlandia
11. Bandara Internasional Kempegowda, Bangalore, India
12. Bandara London City, Inggris Raya
13. Bandara Mumbai, India
14. Bandara Internasional Tambo, Afrika Selatan
Namun, keputusan baru itupun banyak mendapat keluhan dari para penumpang. Salah satu penumpang tersebut adalah Patrick Bury, yang ditinggalkan oleh penerbangan Ryanair-nya dari Bristol ke Dublin.
“Saya pikir pengumuman boarding prioritas telah dibuat, namun sampai waktu jadwal penerbangan saya tidak mendengar panggilan boarding utama dan panggilan terakhir,” katanya kepada Wales Air Forum.
“Sekitar lima menit kemudian saya pergi untuk memeriksa lagi dan pintu gerbang terkunci."
Diketahui keluhan Mr Bury ditolak oleh staf di Bandara Bristol, dengan mengatakan bahwa dia seharusnya memeriksa layar informasi. Bahkan, dia pun harus membayar £110 ($A207) sebagai penerbangan pengganti.

Namun di sisi lain, banyak juga yang menghargai keputusan bandara dengan menonaktifkan pengeras suara agar lebih tenang, seperti tulis salah seorang penumpang lewat laman Twitter-nya.
“Saya sangat menyukai konsep 'silent airport'. seperti di Terminal Dubai yang luar biasa tenang dan menyenangkan,” tulis seseorang.
“Bandara Bergen adalah salah satu contoh yang sudah menerapkan aturan baru penonaktifan pengeras suara," tulis lainnya.
(Salman Mardira)