DOKTER Spesialis Paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Aditya Wirawan, Ph.D, Sp.P, menjelaskan, sesak napas yang dialami penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) terjadi akibat paru melebar tetapi udara sulit keluar.
“Sesak yang dialami oleh penderita PPOK disebabkan terjadinya perubahan struktur anatomi paru," kata dia.

Kantung paru menjadi melebar sehingga udara mudah masuk, namun udara tersebut akan sulit keluar. Akibatnya. produksi dahak akan meningkat. Aditya menyebut fenomena disebut bottle neck.
Terdapat gejala umum dan derajat skala sesak dari penyakit PPOK, dimulai dari derajat 0 hingga derajat 4. Pada derajat tidak ada sesak kecuali pasien melakukan aktivitas berat. Lalu pada derajat 1 sesak timbul bila berjalan cepat atau ketika berjalan menanjak.