RUPANYA mematuhi protokol kesehatan (prokes) menjadi kunci agar anak bisa aman dari Covid-19 selama melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang sudah berlangsung saat ini.
Hal ini diungkapkan Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Sri Wahyuningsih.
"Mari edukasi anak tetap patuh pada protokol kesehatan. Mari kompak antara orang tua, guru mengedukasi di mana bisa buka masker dan di mana harus patuh pada prokes," kata dia.

Agar anak mematuhi prokes Kementerian Kesehatan terus melakukan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta terus mengingatkan protokol kesehatan guna mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Salah satu kegiatan yang dilakukan agar anak mematuhi dan menjani prokes yakni melalui program anak kreatif aktif optimis.
Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO mengatakan, program anak kreatif aktif optimis menjadi kegiatan implementasi UKS dan pembudayaan GERMAS. Tujuannya mendorong terwujudnya perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekolah.
"Kegiatan ini dirancang untuk mengajak siswa-siswi juga komunitas sekolah seperti kader dan pembina UKS, untuk mengetahui pentingnya menjaga kebersihan diri dan berperan dalam pencegahan penyebaran Covid-19, serta dapat fokus pada hal positif yang dimiliki siswa sehingga anak-anak peserta dapat menjadi agen perubahan bagi lingkungan lebih luas seperti keluarga dan masyarakat,” jelas Dokter Imran.
Program ini, terang dia, juga merupakan bentuk implementasi nyata dari Kemitraan dalam Penta Helix yaitu unsur pemerintah perguruan tinggi, dunia usaha/swasta, masyarakat sipil dan media massa.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tak Cukup, Warga Harus Terus Patuhi Prokes!
Program anak kreatif aktif optimis, memberikan pengetahuan akan kebersihan pribadi dan cara menjalankan protokol kesehatan baik di rumah maupun di sekolah seperti mandi menggunakan sabun, 6 langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan baik dan benar, menyikat gigi saat pagi dan malam hari, makan sehat sesuai Pedoman Gizi Seimbang. Juga menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar, menerapkan protokol kesehatan di sekolah dan saat keluar rumah, menjaga kebersihan pakaian sebagai benda yang melindungi tubuh, serta bebaskan asap rokok, berantas jentik nyamuk, dan berolahraga rutin.
Menurut data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 per Juli 2021, menunjukkan 116.183 anak usia sekolah SD 7-12 tahun terinfeksi virus Covid-19.
Jumlah yang sangat besar dan menjadi perhatian khusus agar secepatnya dilakukan edukasi dalam menjaga kebersihan pribadi, motivasi diri yang positif.
Sejatinya anak sehat dan lingkungan sekolah sehat menjadi satu poin utama untuk pemulihan proses belajar mengajar di sekolah di tengah pandemi.
Sementara itu, Jeniagusliono S. S, Wakil Presiden Direktur PT Kao Indonesia menambahkan, pihaknya ikut membuat program anak kreatif aktif optimis agar anak usia sekolah bisa menjadi agen perubahan bangsa Indonesia untuk arah yang lebih baik.
"Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta peningkatan motivasi belajar bagi anak usia sekolah kami tentukan sebagai prioritas karena menjadi pengetahuan mendasar yang penting, seiring dengan dimulainya kegiatan belajar tatap muka kembali oleh pemerintah,” ujarnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)