‘Kami terus mengimbau produsen vaksin yang sudah memiliki WHO Emergency Use Listing untuk memprioritaskan distribusi kepada COVAX, bukan keuntungan pemegang saham," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Baca Juga : CDC Sebut Vaksin untuk Anak 5-11 Tahun Beri Harapan Baru
Baca Juga : Usia 6-11 Tahun Boleh Vaksin, Begini 4 Tips Mempersiapkan Anak untuk Disuntik
Tedros menambahkan, sejatinya vaksin dosis tambahan atau booster seharusnya tak diberikan, terkecuali untuk orang yang mengalami masalah imun.
“Vaksin booster tidak boleh diberikan kecuali pada orang dengan gangguan sistem imun,” pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.