Makanan Padang yang identik dengan rempah dan santan, makanan Jawa Tengah yang relatif manis dan banyak memakai kecap manis, makanan Sunda kebanyakan gorengan dan lalapan, hingga makanan khas Madura yang identik asin karena daerah tersebut merupakan penghasil garam.
Keragaman kuliner nusantara inilah yang menjadi pesona dari negeri ini dan coba dihadirkan para pelaku kuliner di tanah air. Maka sejumlah pelaku industri kuliner pun mendapatkan peluang yang besar terkait proyeksi kebangkitan sektor pariwisata setelah pandemi.
Wisata kuliner yang diproyeksikan tumbuh tahun depan juga mendorong pelaku industri untuk tetap kreatif dan memanfaatkan kepraktisan, misalnya produsen bumbu kuliner Koki Family yang ingin turut ambil bagian.
Perusahaan yang berdiri sejak 2020, berupaya mendorong pengembangan wisata kuliner dengan menyediakan bumbu kuliner yang praktis dan cepat untuk disajikan.

Umumnya untuk tahun depan, wisatawan diperkirakan lebih menyukai kuliner etnik dengan bahan dasar rempah-rempah dan dedaunan aromatik yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.
Bumbu dan sambal kemasan juga diperkirakan menjadi favorit wisatawan terlebih yang dikemas dengan prosedur sterilisasi packaging untuk memastikan tidak adanya bakteri dan kuman di setiap produknya.
Kemudian resep-resep kreatif juga akan sangat diminati terutama yang banyak dibutuhkan untuk masa-masa karantina.
Maka kehadiran produsen bumbu praktis seperti Koki Family diharapkan mampu mendorong UMKM kuliner dan wisata kuliner di tanah air.
Gaya berwisata di masa adaptasi kebiasaan baru ini kemudian menjadi bukti betapa adaptifnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dimana ada harapan besar di dalamnya kebangkitan ekonomi masyarakat setelah dihantam badai pandemi.
(Salman Mardira)