SEJAK awal kemunculannya, virus corona terus menciptakan varian baru, hingga adanya varian Delta Plus 'AY 4.2' yang tersebar di Inggris, yang kemudian menyusul ke Israel serta beberapa negara lainnya.
Mengutip BBC, AY.4.2 memang belum dikategorikan sebagai variant of concern (VoC) maupun varian under investigation. Namun, varian ini dikhawatirkan lebih menular karena sudah menyumbang 6% kasus di negara tersebut.
Baca juga: Banyak Orang Ngeluh Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Sandiaga: Semua Kita Tampung
Varian Delta versi original pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020 lalu dengan nama resmi B.1617.2. Varian ini terus bermutasi hingga disebut sebagai varian 'Delta Plus'.
AY.4.2 ditemukan ketika Israel mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan pariwisata, menyusul penurunan kasus belum lama ini. Sebelumnya, rencana pembukaan kembali perbatasan kandas akibat varian Delta.
Berkaca dari hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta masyarakat agar tidak euforia karena sektor pariwisata yang sudah dibuka.
"Kami meminta masyarakat bersabar dan tidak euforia," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (25/10/2021).
Baca juga: Sandiaga Uno Beberkan Strategi Revitalisasi Pariwisata, 3G Masih Jadi Andalan
Sandiaga mengatakan, bagi masyarakat yang ingin berwisata, agar menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin dan ketat. Ia juga menghimbau agar testing terus dilakukan, mengingat ada beberapa wilayah yang angka kasus harian Covid-19-nya kembali naik.
"Setelah wisata dibuka, memang mendapatkan peningkatan dan permintaan booking, tapi jangan sampai lengah, kita harus menerapkan prokes ketat dengan melakukan testing. Karena ada beberapa kota yang meningkat kasus barunya," terang Sandiaga.
Di sisi lain, Sandiaga juga melihat adanya data mingguan dari pengguna aplikasi Peduli Lindungi yang mulai tersebar, namun kepatuhan untuk melakukan scan QR Code menurun.

Dengan demikian, Sandiaga juga ingin mengubah peraturan, dimana jika sebelumnya pengunjung yang melakukan scan barcode di tempat wisata atau mal, kini pengunjung-lah yang memberikan barcodenya.
"Kami mengingatkan semua untuk patuh terhadap protokol Peduli Lindungi. Dan sudah didiskusikan dengan pihak Kemenkes supaya aplikasi Peduli Lindungi ini bukan pengunjung yang check in, tapi teman-teman wisatawan ini justru yang memberikan barcode-nya," tukas Sandiaga.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.