Namun, Program Glow mendapat penolakan empat mantan kepala Kebun Raya Bogor (KRB) karena wisata malam itu menggunakan cahaya buatan di tempat konservasi tumbuhan tersebut yang dinilai dapat mengganggu biota malam.
Keempatnya ialah mantan Kepala Kebun Raya Bogor periode 1983-1987 Usep Soetisna, periode 1990-1997 Suhirman, periode 1997-2003 Dedy Darnaedi dan periode 2003-2008 Irawati yang menyampaikan kritik melalui surat terbuka.
Oleh karena itu, Pemkot Bogor akan menunggu hasil kajian para peneliti untuk mendapatkan pertimbangan secara ilmiah alasan penolakan tersebut.
Bima Arya akan menyampaikan apapun hasil kajian para peneliti IPB itu kepada BRIN. Kemudian menggelar pertemuan kembali dengan lembaga tersebut dan pihak pengelola Kebun Raya Bogor yakni PT MNR.
(Foto: Okezone/Putra Ramadhani A)
Baca juga: Bima Arya Minta Wisata Malam Glow di Kebun Raya Bogor Dihentikan, Kenapa?
"Kita lihat bersama-sama hasil kajian itu dulu nanti," kata Bima.
Di sisi lain, penolakan juga dilakukan Budayawan Jawa Barat dengan menggelar atraksi budaya di depan Balai Kota Bogor, Rabu, 13 Oktober 2021 lalu karena tidak ingin pengelolaan Kebun Raya Bogor ditangani oleh swasta.
Budayawan menilai, Program Glow yang dihadirkan PT MRN mengusik Budaya Sunda yang menghormati Kebun Raya Bogor sebagai tempat pusaka.