Di era modern saat ini, banyak orang yang memilih jalan pintas demi mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. untuk meraih itu semua, masih ada yang lebih memilih jenis tindakan atau perawatan dengan iming-iming harga murah tanpa mempertimbangkan resiko yang akan didapatkan setelahnya.
Salah satu tindakan yang sering dipilih adalah dengan menyuntikan silikon cair kebagaian tubuh yang dianggap belum sempurna.
Silikon cair sebagai pengisi jaringan lunak adalah topik yang sangat kontroversial saat ini. Dari beberapa literatur menyebutkan tentang kerusakan yang terjadi akibat penggunaan silikon cair muncul setelah penggunaan bertahun-tahun. yang disebabkan oleh teknik yang buruk atau silikon cair yang tidak murni sehingga dapat menyebabkan komplikasi.
Pada tahun 1965 tidak ada silikon cair yang dibuat untuk suntik, Sebagian besar suntik silikon cair dilakukan dengan silikon Daw Corning 360 kelas medis yang tidak pernah dipraktekkan untuk suntik atau pengisian/pembesaran jaringan lunak pada tubuh.
Seputar Silikon Cair
Silikon cair atau disebut juga minyak silikon, memiliki konsistensi yang mirip dengan oli motor. Saat disuntikkan ke dalam kulit akan menyebabkan kekebalan tubuh bereaksi terhadap masuknya zat asing tersebut
( proses penolakan oleh tubuh ) dengan cara membungkusnya dengan kolagen alami tubuh. Kolagen baru ini yang akhirnya akan menebalkan kulit. Hal ini lah kemudian timbul komplikasi pada area yang disuntikkan lalu meluas ke daerah sekitarnya.
Komplikasi yang sering muncul adalah Granuloma Silikon dan Silicoma.
Granuloma adalah penggumpalan sel-sel peradangan yang terlokalisir sebagai akibat dari kerja produk non daur ulang (seperti silikon cair yang bersifat permanen) atau oleh karena reaksi hipersensitivitas.