BAGI mereka yang terpapar Covid-19, perjuangan bukan hanya dirasakan saat menjalani karantina mandiri. Pasalnya, para penderita Covid-19 bisa mengalami gejala lanjutan atau yang biasa disebut dengan Long Covid.
Tapi, selain efek jangka panjang yang ditimbulkan Covid ada juga faktor yang tidak kalah menakutkan, yaitu masalah biaya tagihan medis. Memang, perawatan Covid-19 di Indonesia memang ditanggung oleh pemerintah, tapi biaya yang harus Anda keluarkan ketika terkena Covid-19 tidaklah murah.
Sebuah organisasi untuk mengurus perawatan kesehatan yang terjangkau, The Commonwealth Fund melakukan survei pada Juni 2021 terkait krisis finansial yang dialami banyak orang selama Covid-19. Ditemukan hampir setengah dari populasi 5.450 orang kehilangan pendapatan dan harus berhutang untuk biaya perawatan.
Kebanyakan orang berjuang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, namun kini harus menanggung biaya tagihan medis yang sangat menguras tabungan mereka.
Analisis terbaru soal biaya rawat inap dilakukan oleh Peterson-Kaiser Family Foundation Health System Tracker mengungkapkan bahwa biaya rata-rata untuk rawat inap Covid-19 di rumah sakit atau sekira USD20.000 atau sekira Rp284,23 juta.
Meskipun kabar baiknya, di September angka pasien kian menurun namun US News melaporkan bahwa tetap ada lebih dari 57.000 orang yang masih dirawat di rumah sakit karena Covid-19.
Memiliki asuransi kesehatan sangatlah penting dan cukup berkontribusi pada masa pandemi ini untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan sebagai biaya medis. Dokter UGD, Suneet Singh, MD mengungkapkan ada dua faktor yang dapat membuat biaya perawatan di rumah sakit melonjak tinggi yaitu tingkat parahnya penyakit Covid yang pasien alami dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menangani pasien.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.