“Kedua, akselerasi vakasinasi, termasuk di dalamnya bagi jamaah. Kemudian, penyiapan sertifikat vaksinasi, karena vaksinasi dan sertifikatnya merupkan syarat utama bisa masuk ke Saudi,” ujarnya.
Selain itu, Kemenkes juga menyiapkan skenario karantina bagi jamaah, termasuk kemungkinan opsi satu pintu untuk tahap awal pemberangakatan dan pembelajaran umrah di saat pandemi. Lebih lanjut, yaitu kewajiban menjalani test PCR bagi calon jamaah Indonesia, baik sebelum keberangkatn maupun pasca kembali ke Tanah Air.
“Dan tentunya protokol kesehatan yang ketat bagi jamaah,” kata dia.
Tak sampai di situ, saat ini pihaknya juga tengah mempersiapkan kemungkinan adanya penggunaan bersama aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi sejenis milik Arab Saudi yakni Tawakkalna.
“Vaksinasi dan faktor kesehatan adalah hal prinsip, karena ini regulasi Saudi. Semua jamaah wajib sudah dilakukan vaksinasi dan dalam kondisi sehat saat dilakukan pemeriksaan sebelum pemberangkatan,” kata Budi Sylvana.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.