5. Shinto (700 SM)
Agama Shinto diyakini baru dimulai secara resmi setelah agama Buddha diperkenalkan ke Jepang sekitar abad ke-6 SM, ada catatan sejarah yang menyebutkan akar Shinto dari sekitar 700 SM, meskipun ada juga catatan arkeologi yang menyebut lebih jauh lagi.
Setelah agama Buddha tiba, banyak unsur Buddha dicampur ke dalam kepercayaan dan tradisi Shinto serta Konfusianisme.
Bangsawan yang berkuasa akhirnya menggabungkan ketiga agama dan mengembangkan Shinto sebagai cara untuk membimbing rakyat Jepang. Shinto secara resmi ditetapkan sebagai agama di Jepang selama periode Meiji (1868-1912). Saat ini, Shinto dan Buddha terkait erat dengan masyarakat dan budaya Jepang.
6. Buddhisme (600 SM)
Agama Buddha dalam menelusuri akarnya kembali ke salah satu pendiri, seorang pangeran yang lahir di Nepal modern, lebih dari 2.500 tahun yang lalu bernama Siddhartha Gautama. Persebaran ajarannya berada di wilayah Anak Benua India (Nepal modern).
Menurut sejarah Buddha, Siddhartha Gautama mengesampingkan kehidupan mewahnya sebagai pangeran setelah dia menyaksikan penderitaan di luar tembok istana untuk pertama kalinya.
Setelah itu, ia duduk di bawah pohon Bodhi (pohon pencerahan) dan akhirnya mencapai pencerahan, sehingga menjadi Buddha. Sejak itu, pengikut Buddha mempraktikkan ajaran Buddha yang damai dan mencari jalan pencerahan bagi diri mereka sendiri.
7. Jainisme (600 SM)
Jainisme adalah agama kuno dari India yang diyakini muncul pada abad ke-6 SM, semasa dengan agama Buddha. Jainisme memiliki kepercayaan yang mirip dengan Hindu dan Buddha.
Penganutnya percaya bahwa kebenaran telah diungkapkan pada waktu yang berbeda oleh tirthankara (nabi), yang telah mencapai tujuan spiritual tertinggi dari keberadaan. Mereka juga percaya bahwa ada 24 tirthankara dan yang terakhir adalah Mahavira, yang dikreditkan sebagai pendiri Jainisme dan juga seorang Buddha kontemporer.
8. Konfusianisme (600 SM)
Konfusianisme sering diakui sebagai agama meskipun tidak dipraktikkan sebagai agama tradisional yang terorganisir. Penganutnya memandang Konfusianisme lebih sebagai sistem filsafat sosial dan etika.
Selama bertahun-tahun, Konfusianisme berpengaruh kuat terhadap kehidupan spiritual dan politik masyarakat China. Bahkan menyebar ke Jepang, Korea, hingga Vietnam.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.