"Mutiara gua adalah endapan kalsium karbonat konsentris yang terbentuk di sekitar inti di bawah air yang jatuh. Cincin-cincin ini dihaluskan oleh gerakan air yang jatuh selama ribuan tahun hingga membentuk bentuk mutiara yang indah," terangnya.
Kemudian bangkai hewan, dan ular-ular yang tidak akan menganggu, selama keberadaannya tidak diusik.
Mohammed berharap dengan kunjungannya ke dasar yang disebut 'Sumur Neraka' beserta temuannya itu dapat melenyapkan mitos seputar gua dan situs serupa lainnya.
Baca juga: Wow, Kota Tua di Yaman Memiliki Warna Bangunan Senada
Ia melanjutkan bahwa Barhout adalah gua yang perlu dijaga, dan jenisnya dapat ditemukan di daerah Yaman lainnya. Mitos tersebut, menurutnya, bisa terjadi di daerah mana saja.
Selanjutnya, Mohammed akan melanjutkan penjelajahannya untuk meneliti, apakah jenis gua yang serupa dengan Barhout ini memiliki mitos serta keunikan yang sama.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.