Tidak hanya melalui vaksinasi, Stephane memprediksikan pandemi Covid-19 ini akan berakhir karena orang-orang yang tidak divaksin akan mendapatkan kekebalannya sendiri secara alami karena varian Delta yang sangat menular.
"Dengan begini, kita pada akhirnya akan berakhir dalam situasi yang mirip dengan flu. Anda bisa divaksin dan melalui musim flu dengan baik, atau tidak divaksin dan beresiko sakit dan bahkan mungkin bisa dirawat di rumah sakit,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Moderna Inc akan mempresentasikan penelitian uji klinis kepada Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan AS (FDA) sehubungan dengan pengajuan untuk persetujuan suntikan booster. Untuk suntikan tambahan, booster ini sendiri FDA diketahui pada Rabu kemarin baru saja mengeluarkan persetujuan untuk vaksin booster Pfizer untuk kelompok usia di atas 65 tahun dan orang-orang yang beresiko tinggi terinfeksi Covid-19.
Selain itu, dari keterangan sang CEO, Moderna saat ini sedang melakukan uji coba suntikan vaksin booster yang akan menargetkan varian virus delta dan gabungan antara varian delta dan beta.
“Kami sedang menguji varian delta dalam uji klinis. Itu akan menjadi dasar untuk vaksinasi booster untuk tahun 2022. Kami juga mencoba delta plus beta, mutasi berikutnya yang diyakini para ilmuwan kemungkinan besar terjadi,” pungkas Stephane Bancel.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.