Lebih lanjut Dicky mengatakan, jika PTM tidak dilakukan maka jauh lebih besar dampak kerugiannya. Sebab, jika berbicara sekolah, maka jauh lebih penting masa depan anak-anak ini.
Data secara global epidemilogi, menunjukan anak-anak memang ada dalam posisi paling rendah risikonya terinfeksi Covid-19. Tapi bukan berarti tidak mungkin berisiko terkena. Data global ini menyatakan risikonya sebesar 2% dan itu tidak jauh beda dengan Indonesia.
“Intinya Indonesia harus mengkaji dan mencari mana titik lemah dan titik lengah yang harus diperbaiki, termasuk dari manajemen pengendalian Covid-19 di tingkat daerah dan secara nasional bahwa datanya harus kuat dan valid, serta metodologinya harus benar,” tuntasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.