Relief merupakan satu komponen candi yang biasanya paling mencolok dan menjadi salah satu pusat perhatian para wisatawan. Pada candi biasanya relief berupa gambar timbul sosok manusia, hewan, tumbuhan, dan motif lainnya sebagai simbol yang dipahat pada dinding candi. Relief terbagi menjadi dua jenis yakni relief yang bercerita dan relief non cerita. Sementara Candi Borobudur merupakan candi Buddha yang memiliki relief cerita.
Relief pada dinding Candi Borobudur merupakan salah satu contoh yang digunakan untuk menggambarkan kehidupan sang Buddha dan ajaran-ajarannya.
Jumlah keseluruhan relief-relief di Candi Borobudur berjumlah sekitar 1.460 panil yang tersusun dalam dua deret mengitari bagian candi. Sementara relief yang terdapat pada kaki Candi Borobudur yang di ambil dari Kitab Karmawibhang berjumlah sekitar 160 panil.
3. Terdiri dari 2 Juta Balok Vulkanik

Foto: Javaloka.com
Jika ditelaah lebih seksama, Candi Borobudur merupakan bukti bahwa bangsa ini pernah mencapai puncak keindahaan teknik arsitektur yang memiliki estetika seni rupa luar biasa. Padahal pada zaman itu jika kita lihat belum ada teknologi yang mumpuni seperti sekarang. Namun, dengan megahnya Candi Borobudur bisa berdiri tegak hingga saat ini.
Mahakarya agung ini konon apabila dibentangkan akan mencapai panjang 6 kilometer, lho! Sejarawan juga menilai untuk membangun candi ini dibutuhkan sekitar 2 juta balok batu andesit atau vulkanik raksasa yang dipahat sedemikian rupa sehingga dapat saling mengunci (interlock), dan uniknya Candi Borobudur tidak menggunakan semen atau material perekat apa pun.
4. Sebagian Reliknya Tersebar di 6 Museum Dunia