Bentuk halus dari dua batu besar dan alas kecil dapat dikaitkan dengan elemen alam, tetapi pemisahan vertikal yang sempurna terlihat buatan manusia.
Kebanyakan ahli geologi percaya bahwa perpecahan halus memiliki penyebab alami yakni gerakan tektonik. Bumi hanya bergeser sedikit, tetapi cukup untuk menyebabkan batu itu retak menjadi dua.

Namun, ada ilmuwan lain yang percaya bahwa perpecahan itu benar-benar garis patahan, karena material di sekitar patahan biasanya cenderung lebih lemah dan lebih mudah terkikis. Ada orang yang percaya bahwa batu terbentuk dari tanggul gunung berapi dari beberapa mineral yang lebih lemah yang mengeras di sana sebelum semuanya digali.
Seperti disebutkan di atas, ada juga orang yang percaya bahwa Al Naslaa adalah karya peradaban kuno yang maju atau alien. Sementara kedua teori itu tampaknya tidak mungkin, ada banyak yang percaya bahwa sesuatu di sepanjang garis itu terjadi, karena perpecahan vertikal terlihat terlalu bagus untuk menjadi nyata.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.