Ketika bertandang ke Desa Wisata Maria, Anda dapat melihat rumah adat dengan bangunan unik serta autentik. Di desa ini memiliki dua jenis rumah adat yang bernama uma lengge dan jompa. Keduanya memiliki bentuk dan fungsi bangunan yang berbeda.
Uma lengge berbentuk meyerupai gazebo dengan atap yang terbuat dari rumput alang-alang. Uma Lengge ini digunakan untuk menyimpan hasil pertanian masyarakat desa, hasil panen yang disimpan pun bisa bertahan hingga satu tahun. Tak heran, jika ikon budaya ini juga menjadi simbol untuk ketahanan pangan masyarakat Bima. Berbeda lagi dengan jompa. Rumah adat satu ini memiliki bentuk bangunan seperti rumah panggung dengan beratapkan genteng. Saat ini, di Desa Maria terdapat 13 uma lengge dan 103 jompa yang telah diwariskan secara turun temurun sejak zaman dulu.
5. Oleh-oleh Khas

(Foto: Wonderfulimage.id)
Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Desa Wisata Maria tanpa membeli buah tangan. Pasalnya, desa wisata ini menawarkan beragam khas oleh-oleh yang khas, mulai dari kain tenun khas Bima, sarung tenun nggoli, pernak-pernik, dan beragam aksesori. Tidak hanya itu, kuliner yang dicicipi pun tak boleh ketinggalan, seperti halnya kopi yang bisa Anda bawa pulang serta makanan ringan lainnya.
Itulah beragam kegiatan berlibur sambil belajar di Desa Wisata Maria, Nusa Tenggara Barat, yang bisa Anda nikmati nanti ketika situasi sudah membaik. Selain itu, agar terasa berwisata meski #DiRumahAja, Anda dapat #BeliKreatifLokal pernak-pernik khas Nusa Tenggara Barat melalui beragam platform digital yang sudah banyak tersedia. Semangat berwisata tetap harus ada meski saat ini masih berada #DiRumahAja, apalagi Indonesia dan negara-negara anggota UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia) akan memperingati Hari Pariwisata Sedunia pada 27 September 2021 mendatang.

(Foto: Wonderfulimage.id)