Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Alasan Seseorang Tega Melakukan Ghosting, Apa Saja?

Intan Afika Nuur Aziizah , Jurnalis-Kamis, 09 September 2021 |19:04 WIB
5 Alasan Seseorang Tega Melakukan Ghosting, Apa Saja?
Korban ghosting (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SEPERTI diketahui, ghosting terjadi ketika seseorang yang memutuskan komunikasi secara tiba-tiba tanpa memberikan penjelasan apa pun. Kondisi ini bisa terjadi dalam hubungan percintaan maupun pertemanan.

Ghosting sering menyebabkan orang yang ditinggalkan merasa sangat kehilangan. Dan tak jarang hingga menimbulkan trauma bagi yang ditinggalkan.

Bahkan ada korban ghosting yang merasa sangat dikhianati dan berdampak pada kondisi psikologisnya karena terus berpikir dan mempertanyakan alasan mengapa dirinya ditinggalkan.

Melansir dari sebuah video, Dokter Gea menjelaskan terdapat beberapa alasan yang membuat seseorang melakukan ghosting.

 dighosting

1. Merasa takut

Sebagian besar pelaku ghosting memiliki ketakutan terhadap hubungan yang dijalaninya, baik takut dikecewakan atau takut merasakan sakit bila nanti hubungannya harus berakhir. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk melakukan ghosting agar terbebas dari rasa takut tersebut.

2. Menghindari konflik

Perbedaan pendapat dalam sebuah hubungan merupakan hal yang biasa jika terjadi konflik. Apalagi bila hubungan tersebut sudah sangat dekat secara emosional. Tidak semua orang siap menghadapi konflik dalam hubungan, dan hal ini menjadi alasan seseorang untuk melakukan ghosting.

3. Menghindari pertengkaran

Saat suatu hubungan tidak lagi terasa nyaman, tidak semua orang juga bisa dengan mudah mengucapkan kata-kata perpisahan. Hingga akhirnya, ghosting atau silent treatment pun menjadi pilihan yang untuk memutuskan hubungan tanpa harus berdebat dan menjelaskan alasan kepergiannya.

4. Merasa tidak ada ikatan

Sebagian orang menganggap bahwa dirinya tidak terikat komitmen apa pun dalam suatu hubungan, terutama hubungan pertemanan atau hubungan percintaan yang belum lama dijalaninya. Pada saat itu, pelaku ghosting menganggap bahwa hubungannya dengan orang yang ditinggalkan tidak saling terikat dan tidak bergantung satu sama lain. Sehingga pelaku ghosting merasa tidak masalah untuk tiba-tiba memutuskan komunikasi dan menghilang.

5. Ingin melindungi diri sendiri

Hubungan yang tidak sehat bisa berdampak negatif dalam kehidupan seseorang. Melakukan ghosting kadang dianggap sebagai jalan keluar untuk melindungi diri dari hubungan yang toksik (toxic relationship).

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement