Advertisement
Advertisement

Lokasi Jatuhnya Pesawat yang Dibajak Teroris 20 Tahun Lalu Dibangun Monumen 9/11

Agregasi VOA , Jurnalis-Jum'at, 10 September 2021 |09:02 WIB
Lokasi Jatuhnya Pesawat yang Dibajak Teroris 20 Tahun Lalu Dibangun Monumen 9/11
Memperingati jatuhnya penerbangan nomor 93 di dekat kota Shanksville, Pennsylvania, Amerika Serikat (VOA)
A
A
A

SEBUAH tambang telantar di dekat Shanksville, Pennsylvania, Amerika Serikat kini menjadi lokasi monumen terbesar yang terkait dengan serangan teroris pada 11 September 2001 atau dikenal dengan peristiwa 9/11.

Wartawan VOA Kane Farabaugh pada 11 September 2001 melaporkan dari lokasi jatuhnya pesawat nomor penerbangan 93 dan kembali lagi ke sana untuk melaporkan transformasi lokasi itu dalam 20 tahun terakhir.

Baca juga: 9 Kode Misterius Pramugari di Pesawat, Ada Tom Cruise hingga Peti Mati

Tak terhitung lagi sudah Gordon Felt mengunjungi daerah terpencil di bagian tengah Pennsylvania itu. Ini telah menjadi kunjungan rutin baginya, yang tidak membuat suasana hatinya lebih ringan setiap kali melakukannya.

“Tidak. Tetapi penting bagi saya untuk berada di sini,” tuturnya.

Ilustrasi

Peristiwa 9/11

Tempat yang ia maksud ‘di sini’ adalah Monumen Nasional Penerbangan 93, bekas lokasi tambang yang kini menjadi tempat peringatan permanen bagi 40 lelaki dan perempuan yang tewas di sana pada 11 September 2001, sewaktu berusaha merebut kendali pesawat yang dibajak itu.

Para teroris di dalam pesawat itu berencana menabrakkannya ke Capitol, Gedung Kongres AS di Washington DC, beberapa ratus kilometer dari lokasi tersebut.

Kakak Felt adalah penumpang pesawat tersebut. Lokasi di mana pesawat yang ditumpanginya jatuh dari angkasa, merupakan tempat peristirahatan terakhirnya.

“Kadang-kadang seperti mimpi,” kata Gordon.

“Tidak lama setelah kejadian, segera jelas sekali bagi kami, orang-orang tercinta kami dan berbagai peristiwa yang terkait dengan kematian mereka memiliki signifikansi sejarah bagi negara kita, dan sukar sekali untuk menerima itu. Begitu juga sukar untuk membiarkan sebagian kenangan mengenai orang-orang tercinta kami diambil mereka yang akan berkunjung ke sini.”

Baca juga: Kisah Tragedi 'Penerbangan Hantu' yang Merenggut 121 Nyawa

Katherine Hostetler, dari Dinas Taman Nasional, mengatakan, “Ke-40 penumpang dan awak pesawat itu melakukan sesuatu yang luar biasa, Mereka, yang asing satu sama lain, bersatu, dan membuat keputusan untuk mengambil suatu tindakan, dan mereka mengubah sejarah pagi itu.”

Dinas Taman Nasional, tempat Hostetler bekerja, mengawasi kompleks Monumen Penerbangan 93. Bagi Hostetler, ini bukan sekadar pekerjaan. Peristiwa 11 September telah menjadi bagian penting dalam hidupnya sejak ia duduk di bangku SMA. Ia tumbuh besar sekitar 16 kilometer di sebelah utara monumen tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement