Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Efek Peltzman, Ketika Orang Merasa Kebal Usai Dapat Vaksin Covid-19

Intan Afika , Jurnalis-Jum'at, 03 September 2021 |18:10 WIB
Mengenal Efek Peltzman, Ketika Orang Merasa Kebal Usai Dapat Vaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

BANYAK orang merasa superior dan tidak lagi bisa terpapar Covid-19 setelah mendapatkan vaksin. Padahal, sudah banyak bukti menunjukkan bahwa mereka yang telah mendapat vaksin jenis apapaun, tetap bisa terpapar Covid-19.

Lantas, kenapa mereka yang percaya pada virus ini tetap mengabaikan fakta yang terjadi? Hal ini dikarenakan fenomena yang dinamakan efek Peltzman.

Efek Peltzman pertama kali dicetuskan oleh seorang ekonom dari Chicago University pada tahun 1975, Sam Peltzman. Efek ini menggambarkan situasi ketika orang menjadi ceroboh dan mengabaikan prosedur keamanan yang sudah diterapkan, lalu akhirnya melakukan hal-hal yang berisiko.

"Efek ini perlu diwaspadai karena kenyataannya, setelah mendapatkan vaksin Covid-19, seseorang masih bisa terkena penyakit dan menularkannya ke orang lain," ucap Dr. Renate dalam sebuah video Youtube.

"Contoh yang terjadi ada pada saat ini yaitu pandemi Covid-19. Setelah mendapatkan vaksin, banyak orang yang merasa kebal dan tidak lagi disiplin dalam menjalani protokol kesehatan," lanjutnya.

Dokter Renate mengatakan persepsi tersebut berbahaya karena dapat membuat diri mereka sendiri dan orang lain di sekitarnya berisiko terkena Covid-19. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya efek Peltzman dan meminimalkan risiko penularan penyakit Covid-19, Dr. Renate memberikan beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Pahami bahwa langkah pencegahan lain terhadap penyakit Covid-19 harus tetap dijalankan, meski telah mendapat vaksinasi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement