PEMERINTAH memang terus mendorong vaksinasi Covid-19 untuk seluruh warga negara. Bahkan, cakupan vaksin pun diperluas bagi anak-anak di atas 12 tahun dan ibu hamil.
Sekjen Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan (KoMPAK), Dedi Supratman mengatakan, sejatinya Indonesia memiliki sumber daya manusia dan sistem vaksinasi yang cukup mumpuni, hanya kurang dikelola.
Salah satu bentuk minimnya pengeolalaan adalah saat banyak yang mengatre vaksin, sehingga menciptakan kerumunan. Menurutnya, sekarang ini sentral vaksin masih belum optimal dan berpotensi menciptakan kerumunan.
Dia melanjutkan, vaksinasi massal besar-besaran sebetulnya tidak perlu dilakukan, karena akan menciptakan banyak kerumunan. Idealnya, vaksinasi diberi di tempat lebih kecil seperti Puskesmas.
“Jumlah puskesmas di Indonesia ini ada 10.000 lebih. Misalkan satu puskesmas vaksinasi dua ratus orang saja sehari, itu sudah 2 juta vaksinasi yang dilaksanakan,” tuturnya.
Meski demikian, banyak faktor yang bisa memengaruhi kerberlangsungan vaksin seperti pada pelaksanaan dan ketersediaan vaksinator, dan juga ketersediaan vaksin di daerah-daerah tersebut. Dedi menganggap bahwa distribusi vaksin di Indonesia masih sangat jauh dari target. “Puskesmas sering enggak kebagian vaksin,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat pasti ingin divaksin selama tak perlu melewati banyak rintangan birokrasi. "Jadi sebenernya bukan cuma masalah jatah, tapi di tata kelola,” tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.