Pada pasien lupus dan lupus yang menyerang ginjal misalnya, dokter mungkin akan menunda pemberian vaksin. Tapi, ada banyak vaksinasi rheumatoid dan lupus tanpa bukti 'flare-up'. Ini mengartikan, pasien autoimun memang dipersilakan untuk mendapatkan vaksin, namun sekali lagi harus dengan rekomendasi dokter.
"Banyak pasien kami telah divaksinasi," kata dr Magaldi. "Beberapa pasien belum menerima karena kekhawatiran efek samping saja. Saya sampaikan ke mereka bahwa infeksi Covid-19 alami lebih membahayakan daripada vaksinasi," tambahnya.
Dokter dan para ilmuwan ini berharap untuk dapat mempelajari lebih banyak tentang vaksin dan tingkat perlindungannya pada pasien dengan kondisi autoimun, serta risiko kekambuhan penyakit pasca-vaksinasi.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.