Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Efek Samping Vaksin Covid-19 terhadap Pengidap Autoimun

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 20 Agustus 2021 |14:13 WIB
Efek Samping Vaksin Covid-19 terhadap Pengidap Autoimun
Vaksin Moderna (Foto : Reuters)
A
A
A

HARI ini Jakarta memulai Vaksinasi Covid-19 untuk pengidap autoimun. Vaksinasi untuk salah satu kelompok risiko ini diharapkan memberikan perlindungan bagi orang dengan gangguan sistem kekebalan di tengah kondisi pandemi yang belum terkendali.

Sayangnya, hingga sekarang belum ada yang bisa mengukur tingkat kekebalan orang yang divaksinasi bertahan berapa lama. Meski begitu, para dokter dan ahli kesehatan setuju bahwa mendapatkan vaksin Covid-19 lebih baik daripada tidak sama sekali.

Vaksin Moderna

"Vaksinasi Covid-19 sangat direkomendasikan untuk pasien dengan gangguan reumatologi dan autoimun, terutama karena pasien kelompok penyakit ini dianggap memiliki risiko tinggi untuk dirawat di rumah sakit dan gejala yang dialami bisa lebih buruk dari pasien Covid-19 itu sendiri," jelas dr Marwan Haddad, direktur medis dari Center for Key Populations with Community Health Center, Inc, dikutip dari My Record Journal, Jumat (20/8/2021).

Baca Juga : Jakarta Mulai Vaksinasi Pengidap Autoimun Pakai Moderna, Benarkah Aman?

Selain itu, apakah vaksinasi aman untuk pengidap autoimun? Dalam jurnal ilmiah yang sama dikatakan bahwa dokter memang akan merekomendasikan pasien dengan kondisi autoimun untuk mendapatkan vaksin mRNA seperti Pfizer atau Moderna.

"Vaksin mRNA mengandung fragmen mRNA yang mengarahkan sel untuk membuat protein lonjakan (spike protein) spesifik yang memasang respons antibodi terhadap virus yang sebenarnya," kata laporan tersebut.

Karena sifat tersebut, dokter meyakini kekuatan vaksin mRNA lebih baik untuk tubuh pasien dengan kondisi autoimun. "Kami tidak suka memberikan virus yang lemah kepada orang dengan gangguan kekebalan," kata dr John Magaldi, kepala spesialis reumatologi di Hartford Healthcare.

Adakah efek samping?

Dokter Magaldi dan spesialis lainnya hingga sekarang belum melihat terlalu banyak kasus penyakit kambuh setelah vaksinasi, di luar efek samping normal yang sering dilaporkan.

Pada pasien lupus dan lupus yang menyerang ginjal misalnya, dokter mungkin akan menunda pemberian vaksin. Tapi, ada banyak vaksinasi rheumatoid dan lupus tanpa bukti 'flare-up'. Ini mengartikan, pasien autoimun memang dipersilakan untuk mendapatkan vaksin, namun sekali lagi harus dengan rekomendasi dokter.

"Banyak pasien kami telah divaksinasi," kata dr Magaldi. "Beberapa pasien belum menerima karena kekhawatiran efek samping saja. Saya sampaikan ke mereka bahwa infeksi Covid-19 alami lebih membahayakan daripada vaksinasi," tambahnya.

Dokter dan para ilmuwan ini berharap untuk dapat mempelajari lebih banyak tentang vaksin dan tingkat perlindungannya pada pasien dengan kondisi autoimun, serta risiko kekambuhan penyakit pasca-vaksinasi.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement