Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Vaksin Covid-19 Dosis Ke-2 Tertunda, Tenang Masih Bisa Meski Telat

Antara , Jurnalis-Kamis, 12 Agustus 2021 |13:27 WIB
Vaksin Covid-19 Dosis Ke-2 Tertunda, Tenang Masih Bisa Meski Telat
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

MEMANG tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Ada beberapa kriteria yang membuat seseorang tiak bisa mendapatkan vaksin Covid-19, seperti penyakit auto-imun atau bahkan kondisi kesehatan seseorang pada hari akan divaksin.

Tidak jarang, ada mereka yang gagal divaksin dosis kedua, entah karena masalah kesehatan atau kesulitan mendapat vaksin di lokasi tertentu. Bahkan, beberapa di antaranya lantaran dalam jeda waktu tersebut mereka terpapar Covid-19.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi berpesan kepada masyarakat yang terlambat mendapat vaksin dosis kedua, agar tetap mendapatkan suntikan kedua saat sudah memungkinkan.

"Tidak apa-apa, masih optimal sampai 28 hari," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan itu juga menyarankan Anda tetap mendapatkan dosis kedua vaksin walau misalnya dosis pertama vaksin Sinovac sudah tiga bulan yang lalu.

Dia meminta Anda yang belum divaksin segera mendapatkan suntikan vaksin. Jadwal pemberian dosis kedua akan diberikan saat vaksin tersedia dan ini bergantung pada suplai vaksin dari produsen. Pelaksanannya pun bertahap dan diatur pemerintah daerah setempat.

Hasil dari studi terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) mendapati bahwa penyintas Covid-19 yang tidak divaksin memiliki resiko dua kali lebih mungkin terkena reinfeksi Covid-19, dibandingkan dengan orang yang sudah menerima vaksin.

Mengutip Foxnews, studi penelitian yang dipublikasikan sebagai bagian dari laporan Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) ini digelar dengan cara memeriksa ratusan orang penduduk. Hasilnya ditemukan bahwa individu yang tidak divaksinasi memiliki peluang 2,34 kali lebih besar untuk bisa terinfeksi ulang dibandingkan dengan orang yang sudah divaksin full.

Ratusan orang penduduk yang diperiksa tersebut, hadir dengan rentang usia 18 tahun ke atas dan sebelumnya pernah terinfeksi Covid-19 pada 2020 serta mengalami infeksi kedua antara Mei dan Juni 2021, yakni ketika kemunculan dan penyebaran varian delta merebak.

Direktur Centers for Disease Control Director, Dr. Rochelle Walensky mengatakan para penyintas Covid-19 tetap harus menerima vaksin. Apalagi sekarang penyebaran virus varian Delta semakin mendominasi angka kasus.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement