Dari 3 ASI Ibu yang positif tersebut ditemukan dua bayi negatif Covid-19, yaitu satu bayi ASI langsung dan satu bayi ASI perah. Sedangkan satu bayi dari ASI positif Covid-19 dan hasilnya satu bayi positif tidak ada kejelasan data bagaimana minum dan rute infeksi.
"Setelah diteliti lebih lanjut dengan realtime PCR, itu merupakan partikel virus jadi bukan virus hidup," ujarnya.
Alhasil, Dokter Yohmi menegaskan bahwa tidak cukup data adanya transmisi melalui menyusui ASI. Kepatuhan terhadap pencegahan infeksi sangat penting untuk menghindari penularan dari ibu ke bayi.
Berdasarkan bukti-bukti penelitian yang ada, rekomendasi WHO untuk IMD dan tetap menyusui tetap berlaku pada ibu dengan suspek dan terkonfirmasi Covid-19.
(Martin Bagya Kertiyasa)