Sementara itu Duta Besar Indonesia untuk Swedia dan Latvia, Kamapradipta Isnomo menyebut, masyarakat Swedia memiliki banyak waktu libur, sehingga Indonesia bisa menjadi salah satu destinasi yang didatangi.
“Sebelum pandemi, Swedia mencatat kenaikan jumlah wisatawan ke Indonesia, dan tertinggi yaitu 57.000 wisatawan Swedia yang datang ke Indonesia. Mungkin jumlahnya tidak begitu besar, namun dari segi spending mereka spend-nya rata-rata 2.000 dolar AS per minggu dan rata-rata mereka stay di Indonesia selama dua pekan,” ujar Kamapradipta.
Lebih lanjut, Kamapradipta berujar bahwa pihaknya siap memfasilitasi dan membantu jika Kemenparekraf ingin berkolaborasi dengan Swedia.
“Swedia juga terkenal dengan inovasinya, dan tahun lalu Swedia menempati peringkat kedua inovasi dunia. Jadi mungkin ini dua hal yang bisa jadi untuk men-trigger Kemenparekraf dan jajaran Swedia,” tutupnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.