WUHAN, China, melaporkan lonjakan kasus Covid-19 varian Delta. Jumlah kasus bahkan lebih banyak dibandingkan virus SARS-CoV2 pertama kali yang terdeteksi pada akhir 2019 di wilayah tersebut.
Pemerintah China pun bertindak cepat. Penerbangan ditutup, perjalanan dengan kereta api ditiadakan, pertandingan liga basket dibatalkan, dan semua warga diminta untuk di rumah saja.
Kasus varian Delta di China sampai saat ini terkonfirmasi ada di lebih dari 35 kota di 17 provinsi China. Diketahui, virus masih terus menyebar dan meluas di dataran China lainnya.
"Kota Nanjing dan Yangzhou telah membatalkan semua penerbangan domestik, dan Beijing menghentikan kereta jarak jauh dari 23 stasiun. Asosiasi Bola Basket China menyatakan, pertandingan liga profesional pria ditunda karena wabah varian Delta," selengkapnya dalam laporan NBC News, Rabu (4/8/2021).

Kasus varian Delta di Wuhan sendiri hingga saat ini terkonfirmasi ada 3 kasus yang merupakan non-impor atau transmisi lokal pertama dalam lebih dari setahun tak ada kasus semacam itu.
"3 kasus ini termasuk dalam 90 kasus baru yang terkonfirmasi secara nasional pada hari sebelumnya," terang Komisi Kesehatan Nasional China.
"Dari jumlah tersebut, 61 orang merupakan kasus transmisi lokal dan 29 orang lainnya baru datang dari luar negeri," tambah mereka.
Baca Juga : 1.139 Kasus Varian Covid-19 Ditemukan di Indonesia, Delta Terbanyak!
Kasus transmisi lokal terbanyak ada di Jiangsu, di mana wabah dimulai di bandara di Nanjing. Kasus tersebut kemudian menyebar ke bagian provinsi lain. "Pihak berwenang melaporkan 45 kasus baru, 5 di Nanjing dan 40 kasus lainnya di kota Yangzhou," tambah laporan NBC News.
Beijing, kota besar di China, pun melaporkan kasus baru belakangan ini dan itu adalah transmisi lokal. Ada 5 kasus terkonfirmasi dalam beberapa hari terakhir.