Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat Peninggalan Kanjuruhan, Kerajaan Tertua di Jawa Timur yang Tak Setenar Majapahit

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 30 Juli 2021 |21:31 WIB
Melihat Peninggalan Kanjuruhan, Kerajaan Tertua di Jawa Timur yang Tak Setenar Majapahit
Candi Badut, jejak peninggalan Kerajaan Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur (Foto: MPI/Avirista Midaada)
A
A
A

NAMA Kerajaan Kanjuruhan mungkin tak sementereng Majapahit atau Singosari bagi masyarakat awam di Jawa Timur. Namun siapa sangka, jauh sebelum kerajaan-kerajaan tersebut berjaya ada kerajaan tertua di Jawa Timur yang sudah lebih dulu berdiri.

Menurut catatan sejarah, Kerajaan Kanjuruhan yang berada di Malang usianya sama dengan Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat. Kerajaan ini terletak di aliran Kali Metro yang letaknya berada di lereng Gunung Kawi sisi timur.

Bukti keberadaan adanya Kerajaan Kanjuruhan ditemukan pada prasasti Dinoyo tahun 682 Saka atau 760 Masehi. Prasasti Dinoyo sendiri merupakan bagian dari peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yang diidentifikasi berdiri pada abad 6 dan 7 Masehi.

Prasasti ini ditemukan tak jauh dari aliran Sungai Metro, sementara salah satu bangunan peninggalan Candi Badut juga lokasi ditemukan tak jauh dari lokasi tersebut.

Sebagai dikutip dari berbagai sumber, pada prasasti tersebut disebutkan ada raja bernama Raja Dewasimha, kemudian setelah meninggal digantikan sang raja yang bernama Sang Liswa. Liswa inilah yang akhirnya mendapat gelar Gajayana.

Baca juga: 5 Wisata Trawas Paling Populer, Ada Api Abadi Era Majapahit

Candi Badut

(Foto: Perpusnas)

Di masa kepemimpinan Gajayana inilah kerajaan ini mengalami masa kejayaan. Kekuasaan kerajaan meliputi lereng timur dan barat Gunung Kawi, bahkan sisi barat kekuasaannya mencapai ke area Pegunungan Tengger Semeru. Kemudian ke sisi utara bahkan hingga mencapai pesisir Laut Jawa. Sementara di wilayah selatan kekuasannya mencapai pantai selatan Pulau Jawa.

Usai masa kepemimpinan Raja Gajayana yang meninggal, Kerajaan Kanjuruhan kemudian dipimpin oleh Pangeran Jananiya.

Pangeran Jananiya sendiri merupakan menantu dari Raja Gajayana, ia menikah dengan satu-satunya anak dari Raja Gajayana bernama Uttejana. Sepasang suami istri ini memimpin kerajaan dengan penuh bijaksana.

Namun kemunduran Kerajaan Kanjuruhan muncul setelah sekitar tahun 847 Masehi di mana Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah mengembangkan kekuasaannya. Perluasan kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno berada di bawah perintah Sri Maharaja Rakai Pikatan Dyah Saladu.

Baca juga: Mengintip Tembok Besar Istana Majapahit yang Terletak di Tengah Hutan

Candi Badut

(Foto: Perpusnas)

Kerajaan Mataram Kuno kemudian kian meluaskan kekuasaannya hingga Jawa Timur, termasuk di wilayah yang dulunya menjadi kekuasaan Kerajaan Kanjuruhan hilang hingga akhirnya dikuasai Kerajaan Mataram Kuno. Dari sanalah akhirnya Kerajaan Kanjuruhan hanya menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno.

Pegiat Sejarah Museum Reenactor Eko Irawan mengakui bila nama Kerajaan Kanjuruhan dari catatan sejarah di Jawa Timur masih menjadi salah satu kerajaan tertua yang teridentifikasi hingga kini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement