Saat memulai bisnis di awal, yang terpenting adalah bisnis tersebut harus menghasilkan keuntungan meski nilainya masih sedikit. Misalnya, Anda ingin berbisnis kriya. Anda bisa membatasi penjualan kriya pada segmen tertentu, misalnya aksesori yang terbuat dari kayu.
Setelah ada prospek yang menguntungkan, Anda perlahan bisa menambah aset untuk mengembangkan bisnis.
4. Jeli Melihat Peluang

Foto. Indonesia.travel
Pandemi yang membuat daya beli menurun, mengharuskan Anda untuk lebih jeli melihat peluang. Pertimbangkan untuk menawarkan produk/jasa yang masih banyak dicari orang meski situasi pandemi. Terlebih produk yang Anda tawarkan dibuat lebih ekslusif, sehingga membuat orang semakin tertarik #BeliKreatifLokal.
Sebagai contoh, bisnis sektor healthcare, makanan siap saji, pakaian rumahan, aksesori, hingga peralatan olahraga. Jika Anda bisa memanfaatkan berbagai peluang bisnis tersebut, bukan tidak mungkin bisnis Anda akan mujur.
5. Gunakan Media Sosial