Lebih lanjut ia mengatakan saat ini, masih ada beberapa kekurangan di sana-sini sehingga distribusi juga memerlukan perhatian. Alhasil, Kemenkes akan coba merelokasikan distribusi oksigen agar terbagi dengan baik. Kemenkes bakal terus bekerja sama dengan berbagai sektor, antara lain satgas-satgas di semua provinsi untuk memenuhi kebutuhan distribusi oksigen.
Baca juga: Cek Fakta: Varian Delta Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan?
"Hampir setiap hari kami bertemu dan melakukan pendistribusian oksigen dengan prioritas yang kami lakukan secara digital. Penambahan oksigen yang tersalurkan secara digital ini sangat membantu, karena itu kami mohon rumah sakit untuk mengisi SIS online oksigen. Ini adalah format digital yang digunakan untuk memprediksi berapa kebutuhan oksigen untuk tiap rumah sakit. Sehingga, kita bisa melakukan distribusi ini secara maksimal dan terencana," lanjutnya.
Pemerintah juga akan menambah sekira 20–30 ribu oksigen konsentrator. Dengan jumlah sebesar itu, oksigen konsentrator akan menyuplai sekira 600 ton oksigen per hari yang dibutuhkan. Oksigen konsentrator ini bisa menyuplai 10 liter oksigen per menit untuk kebutuhan tempat-tempat di kamar isolasi maupun di ruang rawat rumah sakit tersentral.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.