Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali 6 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Terbuat dari Apa Saja?

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 14 Juli 2021 |17:22 WIB
Kenali 6 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Terbuat dari Apa Saja?
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

PEMERINTAH menargetkan vaksinasi Covid-19 bisa mencapai 1 juta orang per hari. Guna menjamin ketersediaan vaksin Covid-19 tersebut, pemerintah pun mendatangkan berjuta vaksin.

Vaksin tersebut, didatangkan dari berbagai tempat mulai dari beli dengan dana sendiri, ataupun perjanjian bilateral dan multilateral seperti COVAX Facility bersama GAVI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan juga donasi dari negara-negara sahabat.

Saat ini ada setidaknya enam jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Novavax. Masing-masing jenis vaksin tersebut memiliki mekanisme untuk pemberiannya masing-masing, baik dari jumlah dosis, interval pemberian hingga platform vaksin yang berbeda-beda.

Merangkum dari laman Instagram Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) @lawancovid19_id, Rabu (14/7/2021), dari keenam vaksin yang akan didatangkan ke Indonesia, baru empat vaksin yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan per 2 Juli 2021 yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Moderna.

Sementara itu baru tiga jenis vaksin saja yang telah diberikan kepada masyarakat yakni Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm. Vaksin Moderna telah tersedia di Tanah Air dan rencananya akan diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan (nakes) sebagai booster, dan masih menunggu arahan pemerintah.

Sinovac

Platform: Inactivated virus (Virus yang sudah dimatikan).

Jumlah dosis: 2 (0,5ml per dosis).

Interval minimal pemberian antar dosis: 28 hari.

Cara pemberian: Intramuskular.

AstraZeneca

Platform: Viral vector (non-replicating) pemberian virus karier yang telah direkayasa dengan gen dari patogen target.

Jumlah dosis: 2 (0,5ml per dosis).

Interval minimal pemberian antar dosis: 12 minggu.

Cara pemberian: Intramuskular.

 

Sinopharm

Platform: Inactivated virus (Virus yang sudah dimatikan).

Jumlah dosis: 2 (0,5ml per dosis).

Interval minimal pemberian antar dosis: 21 hari.

Cara pemberian: Intramuskular.

Moderna

Platform: mRNA/RNA-based (Messenger Ribonucleic Acid)

Jumlah dosis: 2 (0,5ml per dosis).

Interval minimal pemberian antar dosis: 28 hari.

Cara pemberian: Intramuskular.

Pfizer

Platform: RNA-based (Messenger Ribonucleic Acid)

Jumlah dosis: 2 (0,3ml per dosis).

Interval minimal pemberian antar dosis: 21-28 hari.

Cara pemberian: Intramuskular.

Novavax

Platform: Protein sub-unit

Jumlah dosis: 2 (0,5ml per dosis).

Interval minimal pemberian antar dosis: 21 hari.

Cara pemberian: Intramuskular.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement