KOMISI Warisan Arab Saudi mengumumkan penemuan arkeologi baru di provinsi Al-Hait di wilayah barat laut Al Hail, berupa petroglif milik Raja Babilonia Nabonidus yang berasal dari pertengahan abad ke-6 Sebelum Masehi.
Kantor berita Saudi Press Agency melaporkan bahwa penemuan tersebut memberikan bukti tambahan untuk peran historis Semenanjung Arab serta komunikasi sipilnya dengan sebagian besar peradaban Timur Dekat kuno.
Baca juga: Karya Seni Dipamer di Arab Saudi Pecahkan 2 Rekor Dunia Guinness
Penemuan arkeologi terdiri dari ukiran di batu basal mewujudkan Raja Babilonia sambil memegang tongkat kerajaan dengan beberapa simbol agama di sekelilingnya.
Melansir Saudi Gazette, Rabu (14/7/2021), pada petroglif tersebut ada juga aksara paku dengan hampir 26 baris, menjadikannya aksara terpanjang yang ditemukan sejauh ini di Kerajaan Arab Saudi.
Komisi Warisan menunjukkan bahwa penemuan baru ini harus dipelajari dan dianalisis oleh para ahli di kalangannya.
Baca juga: Dihadiri Turis Asing, Arab Saudi Sukses Gelar Konser Perdana Sejak COVID-19
Komisi Warisan juga mengumumkan rincian lebih lanjut tentang penemuan itu akan dilakukan setelah menyelesaikan studi dan analisis dan menghubungkannya dengan hasil sebelumnya yang baru-baru ini didokumentasikan di barat laut, bagian dari Arab Saudi.
Penemuan arkeologi ini merupakan tambahan dari penemuan ukiran dan obelisk batu sebelumnya di beberapa lokasi di Taima dan Hail yang menyebutkan Raja Babilonia Nabonidus dan membuktikan cakupan komunikasi sipil dan budaya yang luas antara peradaban Semenanjung Arab dan Mesopotamia.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.