Dokter Fajri mengatakan bahwa masyarakat harus melihat vaksinasi ini secara global view (secara luas) ketika Herd Immunity (kekebalan kelompok) sudah terbentuk. Jika hal tersebut sudah tercapai, seharusnya kasus Covid-19 akan berkurang. Seandainya kasus penyebaran Covid-19 masih tinggi, tapi sudah tidak ada lagi yang meninggal dunia, ataupun mengalami sakit berat.
“Contohnya seperti kasus di Israel dan Inggris. Inggris sebenarnya kasusnya lagi meningkat luar biasa. Bahkan angka rumah sakitnya juga meningkat. Jadi bergeser, orang usia muda menjadi lebih tinggi terinfeksi Covid-19. Tapi angka kematiannya cenderung flat, alias tidak bertambah. Ada bertambah tapi stabil, tidak seperti di Indonesia. Israel pun sama, angka kasusnya meningkat, tapi angka kematiannya belum tentu meningkat,” lanjutnya.
Ia berharap masyarakat bisa memiliki sudut pandang yang berbeda dalam hal menyikapi vaksin. Sebab tujuan utama vaksinasi adalah mengurangi jumlah kasus Covid-19 dan menciptakan antibodi.
“Sehingga jika ada orang yang sakit, maka akan seperti flu biasa. Beberapa hari sembuh, dan tidak sampai meninggal. Itu harapannya, berupa kekebalan komunitas yang bakal terbentuk,” tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.