Sedangkan Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya berharap nantinya terbuka peluang kerja sama pada program pertukaran kebijakan promosi dan pemasaran seperti misalnya pertukaran kemudahan melakukan aktivitas sales mission sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Saudi Arabia.
"Jadi bisa saling bertukar info dalam cross culture program mengenai kebudayaan masing-masing baik Indonesia dan Saudi Arabia. Mempelajari pembuatan kerajinan tangan di Bali misalnya. Dan sebaliknya kami juga ingin mendapatkan pengetahuan mengenai hospitality industries dan pariwisata di Saudi Arabia," kata Nia.
Baca juga: Sandiaga Ajak Masyarakat Tebar Optimisme & Semangat selama Pandemi Covid-19
Di lain pihak, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, meminta dukungan Indonesia dalam pemindahan kantor pusat World Tourism Organization (WTO) dari Madrid ke Riyadh.
"Saya meminta dukungan Indonesia dalam upaya pemindahan kantor WTO ke Riyadh," ujarnya.
Syekh Essam melanjutkan bahwa wisatawan Saudi Arabia sangat menyukai Bali sebagai destinasi wisata. Sebab, Bali memiliki banyak ragam pantai yang indah. Untuk itu, Indonesia sangat sesuai dengan minat wisatawan Saudi Arabia.
“Bali sangat disenangi oleh warga Saudi Arabia. Semoga sebagai tindak lanjut dari pembahasan kita kali ini, kita bisa melakukan virtual meeting untuk membahas lebih rinci. Dan saya berharap peluang kerja sama ini dapat dituangkan dalam nota kesepahaman,” jelas Syekh Essam.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.