Isolasi mandiri pun dilakukan Prof Ari. Selama isoman, obat-obatan dia konsumsi dengan sangat baik. Makanan bergizi pun tidak lupa dia konsumsi tiga kali sehari.
Termasuk istirahat yang cukup dan mengelola stres dengan menghindari grup WhatsApp yang isinya debat berpikir. Tidak lupa, dirinya tetap bergerak meski di dalam kamar dan mempertebal keimanan.
Baca juga: 30 Ribu Orang Terinfeksi dalam Sehari, Kemenkes Sebut Pelacakan Masih Rendah
Nah, ada hal lain yang dilakukan Prof Ari yaitu monitoring kondisi kesehatan. Menurutnya, ini amat penting, terlebih jika dipantau oleh dokter.
"Ada tiga alat kesehatan yang saya pakai untuk monitoring. Pertama, oksimeter untuk mengetahui kadar oksigen dan nadi; lalu (kedua) thermometer, walau saya tidak ada demam, tetap harus dipantai sekali sekali setidaknya; dan (ketiga) tensimeter," paparnya.
Baca juga: Tumbuh Kembang Anak Tetap Harus Jadi Perhatian Orangtua di Tengah Covid-19
Dia melakukan rutinitas ini secara berulang setiap harinya dan setelah minum obat. Tiga atau empat hari berikutnya gejala sudah mulai berkurang. Anosmia yang di awal-awal dirasakan, walau dia berasumsi itu karena bersin-bersin, pun mulai membaik karena salah satunya menghirup minyak kayu putih.
"Minyak kayu putih itu sudah jadi tradisi di hidup saya. Sudah sejak lama keluarga saya pakai untuk kesehatan dan saat positif kemarin, saya rutin balur ke badan depan maupun belakang. Jika pegal-pegalnya muncul, segera oles," cerita Prof Ari.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.