TINGGINYA kasus positif Covid-19 pada ibu hamil membuat Perhimpunan Obstetri Ginekolog Indonesia (POGI) merekomendasikan pemberian vaksin Covid-19. Meski demikian, vaksin Covid-19 tidak bisa begitu saja diberikan kepada ibu hamil, sebab harus melewati persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selaku pemberi regulasi dan izin penggunaan vaksin Covid-19 di Tanah Air.
Sekjen Perhimpunan Obstetri Ginekolog Indonesia (POGI), Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), mengatakan bahwa ketersediaan vaskin terbanyak yang dimiliki Indonesia saat ini adalah Sinovac. Oleh sebab itu, POGI telah berdiskusi dengan BPOM maupun Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) terkait dengan studi vaksin Covid-19 pada hewan yang sedang mengandung.

“Berdasarkan Guidelines Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga tidak menyatakan bahaya vaksin pada hewan. Jadi kami mengusulkan kepada BPOM untuk melihat studi terhadap hewan itu aman. Dan kami dengan ITAGI juga menjelaskan bahwa vaksin non live virus itu aman. Dua dasar inilah yang membuat kami merekomendasikan bahwa vaksin untuk ibu hamil aman,” terang Prof Budi, dalam sesi jumpa pers IDI, Jumat (2/7/2021).
Baca Juga : POGI Rekomendasikan Ibu Hamil Suntik Vaksin Covid-19
Ketua Perhimpunan Obstetri Ginekolog Indonesia (POGI), dr. Ari Kusuma Januarto, SpOG(K) Obsgins, menambahkan bahwa klinikal trial untuk ibu hamil tidaklah mudah. Tapi karena sekarang kondisinya pandemi dan banyak ibu hamil yang harus dilindung, maka POGI mengeluarkan rekomendasi bahwa pemberian vaksin terhadap ibu hamil harus sesuai dengan kaidah.
“Salah satunya dengan melakukan skrining, terutama bagi ibu hamil yang berisiko tinggi. Kita juga harus menjelaskan benefitnya kepada ibu hamil bahwa ini aman dan keuntungannya sangat besar. Jadi ini yang kami dorong terus kepada pemerintah untuk melindungi ibu hamil di Indonesia,” ucap dr. Ari.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa semua vaksin yang ada di Indonesia memang aman diberikan. Namun, vaksin AstraZeneca masih menimbulkan efek yang membuat masyarakat ragu, selain itu vaksin produksi Pfizer juga belum ada, sehingga POGI merekomendasikan Sinovac.
“Kami juga akan segera mengeluarkan rekomendasi vaksin pada ibu hamil. Jadi kalau disebut boleh gak vaksin untuk ibu hamil? Kalau dari profesi kedokteran maka saya jawab bisa. Tapi boleh atau tidak? Kita harus tetap menghormati regulasi pemerintah,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.