SETELAH sekian lama menutup perbatasan imbas merebaknya wabah Covid-19, Thailand kini secara resmi membuka pulau resor Phuket bagi wisatawan asing yang sudah menerima vaksinasi Covid-19.
Turis tidak wajib melakukan karantina pada saat tiba, tetapi mereka diharuskan untuk tinggal di Phuket selama minimal 14 hari. Setelah dua pekan, wisatawan diperbolehkan bepergian dengan bebas ke seluruh wilayah Thailand.
Untuk memasuki Thailand, wisatawan harus menunjukkan serangkaian dokumen, sebagaimana diuraikan pada situs Otoritas Pariwisata Thailand. Berbagai dokumen tersebut yaitu:
- Sertifikat masuk
- Bukti vaksinasi
- Hasil tes RT-PCR negatif diambil dalam waktu 72 jam setelah keberangkatan ke Thailand
- Polis asuransi yang menanggung biaya Covid-19 senilai minimal USD100 ribu (Rp1,4 miliar)
- Konfirmasi pembayaran untuk menginap di hotel minimal 14 malam di hotel yang disetujui di Phuket.
Baca juga: Viral Penampakan Kera Putih di Goa Selonding Bali, Netizen: Hanoman Turun ke Bumi
Peluncuran yang dijuluki Phuket Sandbox telah bergantung pada pulau yang mencapai setidaknya 70 persen tingkat vaksinasi di antara penduduk setempat. Per laporan ABC pada 30 Juni 2021, sebanyak 75 persen dari penduduk pulau sekarang sudah divaksinasi.
(Foto: Instagram/@all_around_thailand)
Namun tingkat vaksinasi di seluruh Thailand jauh lebih rendah. Sebanyak 9,4 juta dosis vaksin telah diberikan di negara itu, menurut pelacak vaksinasi seperti dilaporkan The New York Times.
Artinya 9,7 persen dari populasi telah menerima satu dosis dan hanya 3,9 persen dari populasi divaksinasi lengkap.
Negara ini telah mengonfirmasi 254.000 kasus Covid-19 dan 1.970 kematian secara total. Dari jumlah tersebut, 958 kematian terjadi pada bulan lalu, menurut data dari Universitas Johns Hopkins.
Baca juga: Bandara Megah Senilai Rp156 Triliun di China Resmi Beroperasi
Pemerintah Thailand mengandalkan Phuket Sandbox untuk menyuntikkan sejumlah dana pariwisata yang memang sangat dibutuhkan bagi perekonomian pulau tersebut.
Kurangnya pariwisata telah menghancurkan Phuket, di mana pariwisata menyumbang 80 persen dari ekonomi dan lebih dari 300 ribu pekerjaan.