Selanjutnya untuk penetapan nama Desa Karang Agung dilakukan dalam musyawarah pada 23 Februari 1986.
Salah seorang pemilik rumah makan di Panca Agung Anto, warga eks transmirasi asal Surabaya menuturkan jika awal mereka menempati kawasan itu umumnya sebagai petani.
"Dulu kita mengandalkan jalan perusahan HPH (hak penguasaan hutan) untuk membawa hasil bumi. Saat itu kehidupan sangat memprihatinkan, kita merasa dibuang di tengah hutan," tuturnya.
Perlahan kehidupan warga trans mulai membaik ketika perusahaan sawit banyak masuk ke wilayah mereka.
Pertumbuhan ekonomi kian pesat dirasakan warga, setelah Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Suwarna Abdul Fatah (1998-2003 dan 2003-2006) gencar membenahi Trans Kalimantan poros utara.
Pertumbuhan ekonomi kian pesat setelah pembenahan jalan kian mulus digarap oleh Irianto Lambrie selama tujuh tahun (pejabat Gubernur Kaltara 2014 dan 2015 serta Gubernur Kaltara 2016-2021).
Akses kian mudah menyebabkan pertumbuhan ekonomi kian pesat dengan mengembangkan berbagai sektor, tidak lagi sebatas pertanian namun perkebunan, pertambangan, perikanan, perindustrian (pengolahan crude palm oil), perdagangan dan pariwisata.
"Sekarang banyak warga luar daerah yang datang ke sini untuk berwisata, sehingga para pemilik rumah makan merasakan dampak positifnya," kata dia.
Desa Wisata
Menyadari adanya potensi itu, masing-masing pengurus lembaga desa di Tanjung Palas Utara berupaya "menjual" objek wisatanya.
Salah satunya telah ditetapkan Ardi Mulyo sebagai Desa Wisata Hutan Mangrove dan Kawasan Wisata Edukasi.

Penetapan desa wisata itu atas inisiatif perangkat desa.
Kepala Desa Ardi Mulyo,Tri Mukadi menyatakan kini mereka mengelola setidaknya 12 hektare hutan mangrove dari 50 hektare yang ada untuk kawasan wisata sejak 2019 dengan membangun berbagai fasilitas memanfaatkan dana desa.
Di hari libur, kawasan itu terlihat cukup ramai dikunjungi baik sekedar untuk berswafoto di jembatan kayu dan gazebo di tengah hutan mangrove atau memacing ikan dan udang.
Keindahan kawasan pegunungan dipadu dengan keanekaraganan hayati kawasan pesisir menjadi daya tarik utama Tanjung Palas Utara itu.
Khusus kawasan pesisir, daerah ini juga banyak dikunjungi warga yang mengisi waktu libur dengan memancing di laut karena ada perahu sewaan di sana.
Ke depan, Tri Mukadi menjelaskan bahwa untuk menambah daya tarik, kawasan itu perlu dilengkapi dengan fasilitas lain, misalnya kebun buah-buahan, zona permainan anak dan pemandian.
Menanggapi desa wisata itu, Bupati Bulungan Syarwani sangat mendukungnya.
Ia mendorong ada sinergi pengembangan Desa Wisata Mangrove Ardi Mulyo melalui keterlibatan pemerintah daerah dan swasta.
"Dinas terkait agar terus bersinergi dalam mengembangkan potensi wisata di Desa Ardi Mulyo," kata Syarwani.
Ia mengaku bangga karena pengembangan wisata Ardi Mulyo sejak 2021 hingga 2026 menerima bantuan dari Asosiasi Pengusaha Bumi Putera Nusantara Indonesia (Asprindo).