JAKARTA - Dr dr Reiva Farah Dwiyana, SpKK(K), PhD, FINSDV, FAADV dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengatakan bahwa pasien dengan gangguan autoimun vitiligo bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19 dengan sejumlah syarat.
"Syaratnya, autoimun vitiligo sedang tidak menyebar. Vitiligo itu penyakit autoimun yang tidak sangat massif aktif seperti lupus sehingga bisa dilakukan vaksinasi COVID-19. Tapi kalau vitiligo sedang aktif, banyak titik-titik dan rambut putih sebaiknya ditunda dulu vaksinnya," kata dr Reiva dalam webinar perayaan Hari Vitiligo Dunia ke-11 tahun 2021 yang digelar oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) pada Jumat.
Pengurus PERDOSKI dan staf pengajar di Departemen Dermatologi dan Venereologi FK UNPAD itu juga mengingatkan agar para pasien vitiligo senantiasa menjaga imunitas tubuh. "Makanan yang dihindari misalnya yang berpengawet, mengandung pewarna dan frozen food."
Baca Juga: Ajak Pasien Vitiligo Tingkatkan Kualitas Hidup, Dokter: Bisa Disembuhkan
Vitiligo sebenarnya adalah suatu penyakit depigmentasi didapat pada kulit, membran mukosa, dan rambut yang memiliki karakteristik lesi khas berupa makula berwarna putih susu (depigmentasi) dengan batas jelas dan bertambah besar secara progresif akibat hilangnya melanosit fungsional.