COVID-19 varian Delta (B.1.617.2) yang pertama kali teridentifikasi di India harus jadi fokus pemerintah saat ini. Sebab, varian Delta diketahui sudah menyebabkan kematian pada anak.
"Dari data yang saya terima, varian Delta ini menyebabkan keseriusan pada seseorang sehingga harus dirawat di rumah sakit. Kematian pada anak pun mulai meningkat akibat varian Delta," terang Ketua Satgas PB IDI Prof Zubairi Djoerban, di Okezone Stories, belum lama ini.

Varian Delta sendiri sudah menjadi 'Variant of Concern' di beberapa negara salah satunya di Inggris. Varian Alpha yang teridentifikasi pertama di Inggris pun kini 'eksistensinya' sudah sangat kecil di Inggris.
"Negara itu (Inggris) sudah minim sekali menemukan kasus varian Alpha di negara asalnya. Sekarang Inggris sudah memberi perhatian pada varian Delta yang semakin banyak ditemukan dan kami harap Indonesia pun mulai memberi fokus pada varian Delta ini," katanya.