VARIAN Delta Covid-19 sudah banyak ditemukan di Indonesia. Di Kudus saja misalnya, kini tercatat ada 28 kasus yang ditemukan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM).
Secara global, varian Delta Covid-19 (B.1.617) yang pertama kali teridentifikasi di India tersebut jumlahnya terus meningkat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun baru mengeluarkan angka baru pada varian ini.
"Varian Delta sekarang ada di lebih dari 80 negara di seluruh dunia dan menyebar sangat cepat," lapor CNBC melalui WHO, dikutip dari Newser, Kamis (17/6/2021).

Di Inggris saja varian Delta diketahui mendominasi kasus Covid-19 dengan persentase 60 persen. Amerika Serikat mencatat, kenaikan kasus varian Delta mulai dari 6 persen, kini sudah tercatat 10 persen dari total kasus dalam seminggu terakhir.
Laman The Guardian sendiri melaporkan bahwa varian Delta dianggap lebih menular daripada strain aslinya maupun varian Alpha yang pertama kali teridentifikasi di Inggris.